Teruntuk seorang hebat : sahabatku
13 Sep 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
Tiba-tiba saja saya teringat kejadian itu. Detik ambang masa lalu. Gerbang menuju masa yang baru. Tak ada yang istimewa sebenarnya. Hanya terngiang saja di telinga. Seorang hebat sedikit banyak telah memotivasi saya (banyak ding :p) untuk segera kembali berdiri setelah jatuh. Di saat teman-teman yang lain sedang merayakan kemenangannya, teman yang satu ini sibuk menasehati saya, menghibur dan membesarkan hati saya, itu kata lebih tepatnya. Awalnya saya tidak begitu sedih, hanya sedikit rasa kecewa yang saya yakin akan segera sirna. Sebentar saya terjaga dari lengahnya jiwa yang hanya mengedepankan suatu masa. Masa yang entah mengapa begitu diharapkan hampir semua orang, ah tidak, sekarang tak akan sekalipun saya berharap akan menemui masa itu. Semua sudah terlewat. Seorang hebat itu yang telah menyadarkan bahwa saya telah kehilangan apa yang telah didapatnya. Seketika malam itu tangisan saya pecah. Bukan karena kegagalan itu. Tetapi lebih kepada penghargaan kepada saya. Bahkan saya sendiri pun belum bisa menghargainya. Hari berikutnya ketika saya berjumpa dengannya, saya mencoba tegar, tak sedikitpun menunjukkan kesedihan (ceria seperti hari-hari biasanya), terkejut saya menatapnya, air matanya meleleh seketika, “Kenapa engkau wahai kawan? Saya tidak apa-apa, saya ikhlas..”, begitu kata-kata yang saya ucapkan kepadanya. “Apalah artinya sebuah kebahagiaan Pin, kalau tidak bersama-sama kamu dan juga mereka. Kamu pasti bisa Pin, berat tentu bagimu, tetapi yakinlah keadilan akan datang juga padamu. Sayang sekali di saat seperti ini kita belum bisa menikmati bersama-sama.”
Terimakasih kawan, tak akan menyesal saya memanggilmu seorang hebat. Tetapi saya minta maaf, saranmu yang satu itu belum saya laksanakan dan tidak akan pernah terlaksana sepertinya, maafkanlah.
*meskipun bukan di Bandung, semoga engkau menikmatinya dan berjaya di Yogyakarta. Salam sukses sang mitratama sahabatku ! kita sefakultas ![]()
(terimakasih untuk yang telah kesasar membaca posting ini, saya bukan penulis sehingga maaf apabila tulisan saya mengganggu ketenangan hidup anda)



Komentar Terakhir